Skip to main content

Posts

ANALISIS AKTIVA PRODUKTIF PT. BANK MANDIRI Tbk. DARI TAHUN 2004 SAMPAI TAHUN 2007

ANALISIS AKTIVA PRODUKTIF PT. BANK MANDIRI Tbk. DARI TAHUN 2004 SAMPAI TAHUN 2007 Oleh: Pradana Suprayogi [1] A.     Deskripsi Objek Analisis Gambar 1: Kolektibilatas Kredit Bank Mandiri (2004-2007) Sumber : Diolah sendiri B.      Alat Analisis 1.        Non performing loan (NPL) Non performing loan (NPL) atau kredit bermasalah merupakan salah satu indikator kunci untuk

UANG BEREDAR

UANG BEREDAR Oleh: Arowadi Lubis Uang beredar adalah segala asset financial yang memenuhi fungsi uang dalam masyarakat. Sesungguhnya belum ada defenisi baku tentang batasan uang beredar itu sendiri. Tetapi, setidaknya ada defenisi umum tentang batasan uang beredar yang terdiri dari :  1.       Uang Beredar Dalam Arti Sempit (Narrow Money) / M1 Uang beredar dalam arti sempit (narrow money) adalah bentuk asset keuangan yang paling likiud. Artinya uang ini langsung dapat menjalankan semua fungsinya sebagai uang. Ketika seseorang hendak

STABILITAS SISTEM KEUANGAN

STABILITAS SISTEM KEUANGAN Oleh : Arowadi Lubis A.     Pendahuluan Pasar dalam ekonomi makro secara garis besar dapat digolongkan dalam dua kelompok besar. Pasar yang pertama disebut dengan pasar barang atau sering disebut dengan sector riil. Pasar yang kedua adalah pasar factor produksi atau sering juga disebut dengan pasar sumber daya. Kedua pasar ini mempunyai sifat yang bertolak belakang dilihat dari beberapa sisi. Dilihat dari sisi pelaku pasar, dalam pasar barang, rumah tangga akan menjadi konsumen (sumber permintaan), sedangkan dalam pasar factor produksi, rumah tangga justru menjadi produsen (sumber penawaran). Demikian sebaliknya, perusahaan menjadi konsumen dalam pasar factor produksi dan menjadi produsen dalam pasar barang (Boediono, 1992). Berbeda dengan pasar barang, pasar factor produksi masih dibagi-bagi lagi setidaknya menjadi empat pasar besar yakni pasar tenaga kerja, pasar komoditas, pasar lahan, dan pasar keuangan. Akibatnya,

KEBIJAKAN MONETER

KEBIJAKAN MONETER Oleh : Arowadi Lubis PENDAHULUAN Sebelumnya perlu diingat bahwa kebijakan moneter adalah salah satu dari kebijakan ekonomi makro yang diambil pemerintah (dalah hal ini bank Indonesia). Secara umum kebijakan makro pemerintah itu ada dua.Kebijakan yang pertama adalah kebijakan stabilisasi (kebijakan jangka pendek) dan kebijakan petumbuhan dan pembangunan ekonomi (jangka panjang). Tujuan kebijakannya sama, yakni menyetir

ANALISIS SYARI’AH KONSEP INVESTASI ALA BERKEBUN EMAS

ANALISIS SYARI’AH KONSEP INVESTASI ALA BERKEBUN EMAS Oleh : Arowadi Lubis [1] BAGIAN I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Seorang pemikir ekonomi klasik yakni John Baptise Say mengatakan “ supply will create its own demand”. Pernyataan inilah yang selanjutnya disebut dengan Say.Dengan dasar hokum ini, seorang pemikir ekonomi klasik asal prancis yakni Francois Quiesney membuat sebuah bagan yang dikenal dengan bagan alir ekonomi.Bagan ini menggambarkan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen.  Sisi yang lain menggambarkan aliran factor produksi dari konsumen ke konsumen. Dilihat dari sisi

PENYUSUNAN ANGGARAN DANA BANK

PENYUSUNAN ANGGARAN DANA BANK Oleh: Arowadi Lubis Pada awalnya bank beroperasi dengan hanya mengandalkan tersedianya dana yang dimiliki oleh bank yang bersangkutan, namun dengan berkembangnya bisnis keuangan atau bisnis lainnya yang memerlukan jasa keuangan, maka peranan bank tidak lagi semata-mata sebagai penyumpul dana dan kemudian menyalurkan dalam kegiatan perkreditan saja. Pada bisnis perbankan modern pada saat ini banyak inovasi produk dan jasa

SARANA ANGGARAN

SARANA ANGGARAN Oleh: Arowadi Lubis Kebutuhan akan sarana anggaran antara satu bank dengan bank lain tentu dapat saja berbeda satu sama lainnya dan sangat tergantung pula dengan besar kecilnya bank yang bersangkutan, maupun jenis kegiatan usahanya. Namun, secara umum beberapa jenis sarana anggaran yang mutlak diperlukan oleh setiap bank dapat diuraikan item-item utamanya. A.       ORGANISASI Agar fungsi anggaran dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya, perlu ada unit kerja yang khusus yang bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi maupun evaluasi anggaran. Unit kerja kerja